Berbeda Tapi Tak Berbicara: Potret Sunyi di Sekolah Kita!

MAN 2 Manggarai adalah sekolah yang siswanya berasal dari berbagai daerah. Setiap siswa memiliki bahasa dan kebiasaan yang berbeda-beda. Keberagaman ini seharusnya bisa menjadi kekuatan untuk saling belajar dan menghargai perbedaan. Namun, kenyataannya, interaksi antar siswa di sekolah ini masih kurang baik.

Sebagian besar siswa lebih memilih bergaul hanya dengan teman yang berasal dari daerah atau latar belakang yang sama. Akibatnya, terbentuk kelompok-kelompok pertemanan yang bersifat terpisah dan kurang terbuka terhadap perbedaan. Kondisi ini berdampak pada kurangnya komunikasi dan kerja sama antar siswa, serta menghambat terciptanya suasana sekolah yang harmonis dan penuh rasa saling menghargai.

Tentunya hal tersebut membatasi pergerakan siswa di lingkungan sekolah. Terkadang siswa terlalu takut untuk bergaul dengan teman yang memiliki asal dan latar belakang yang berbeda. Mereka khawatir tidak diterima, dijauhi, atau merasa tidak cocok karena perbedaan kebiasaan dan cara berbicara. Akibatnya, siswa jadi lebih suka bergaul dengan kelompoknya sendiri dan jarang berinteraksi dengan teman lain. Sehingga, potensi besar untuk saling mengenal, belajar budaya baru, dan memperluas wawasan justru terhambat oleh rasa canggung dan prasangka yang belum terselesaikan.

Padahal, keberagaman yang ada di MAN 2 Manggarai seharusnya menjadi sumber kekayaan sosial yang luar biasa. Melalui interaksi lintas daerah, siswa bisa belajar menghargai perbedaan bahasa, kebiasaan, maupun cara pandang. Dari situlah tumbuh sikap toleran, empati, dan rasa persaudaraan yang kuat di antara siswa.

Karena itu, semua warga sekolah—baik siswa maupun guru—perlu berusaha menciptakan suasana yang terbuka dan saling menerima. Hal sederhana seperti menyapa teman baru, bekerja sama dalam kegiatan sekolah, atau saling bercerita tentang budaya masing-masing bisa membantu mempererat hubungan antar siswa. Dengan begitu, sekolah akan menjadi tempat yang nyaman untuk belajar dan tumbuh bersama dalam perbedaan.

Masalah ini penting untuk diperhatikan karena sekolah seharusnya menjadi tempat untuk belajar hidup bersama dalam perbedaan. By, Anggota Ekstrakurikuler KTR MAN 2 Manggarai

2 Responses

  1. Keren goresannya,potret ini bukan hanya terjadi di Manduma. Hampir semua sekolah mengalami masalah yang sama. PR buat guru agar bisa menciptakan lingkungan madrasah yang ramah. Bukan hanya untuk siswa tetapi juga untuk guru.

Leave a Reply to Humas MANDUMA Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Selamat Hari Pahlawan Nasional
Selamat Buat Salsa Rahayu Atas C...

Prestasi

Medali Perunggu Bidang...
Medali Perak Mapel Aki...

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Informasi atau Layanan MAN 2 Mangarai Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Informasi atau Layanan MAN 2 Mangarai Hanya Dalam Genggaman