TRIBUN FLORES.COM,RUTENG-Dalam rangka penguatan pemahaman moderasi beragama bagi siswa Madrasah, Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam menyelenggarakan kegiatan penguatan pengembangan karakter siswa madrasah dalam moderasi beragama melalui pemilihan Duta Moderasi Beragama Tahun 2021.
Kegiatan dengan tema Duta Harmoni ‘Duta Hebat Bermartabat, Moderat dan Anti Korupsi’ ini diperuntukkan bagi siswa/i madrasah aliyah se-Indonesia.
Duta Harmoni adalah wujud penguatan pemahaman moderasi beragama bagi para siswa dan kaum muda milenial serta masyarakat umum secara keseluruhannya, sehingga mampu mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan di wilayah Indonesia umumnya dan di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya. Duta Harmoni juga membina karakter kaum muda milinial masa kini yang bermatabat, moderat dan anti korupsi.
Dari berbagai tahapan seleksi Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam yang dilakukan melalu Luring mulai tanggal 1 sampai 30 Mei 2021. MAN 2 Manggarai berpatisipasi mengikuti langkah tahap seleksi tesebut hingga masuk dalam seleksi tahap 1 dan tahap seleksi 2.
Selanjutnya peserta atas nama Putri Ayu Septiani, siswa MAN 2 Manggarai terpilih untuk mengikuti lomba tahap selanjutnya mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk tingkat Nasional.
Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Manggarai, Abdullah, S.Pd.I, Senin 4 Oktober 2021 mengatakan, toleransi beragama menjadi isu yang gencar digalakkan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Apalagi, ini berkaitan erat dengan dasar bernegara, Provisinsi Nusa Tenggara Timur, salah satu Provinsi yang selalu menjaga nilai-nilai toleransi antar umat beragama.
Melalui tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah Duta Harmoni, dimana jiwa anak bangsa harus mengebangkan sikap nilai toleransi, jiwa hebat bermatabat, moderat dan anti korupsi. Moderasi beragama adalah sikap mengurangi kekerasan, atau menghindari keektreman, dalam cara pandang, sikap dan praktik beragama atau dengan kata lain moderasi beragama adalah sebuah pemahaman agama yang tidak ekstrim.
Karena itu, Kata Abdullah, MAN 2 Manggarai berpatisipasi mengikuti langkah tahap seleksi tesebut hingga masuk dalam seleksi tahap 1 dan tahap seleksi 2. Selanjutnya Putri Ayu Septiani, siswa MAN 2 Manggarai terpilih untuk mengikuti lomba tingkat Nasional mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pemilihan itu akan berlangsung mulai tanggal 6 sampai 9 Oktober 2021 yang berlangsung di Yogyakarta.
Kata Dia, dukungan untuk Septiani untuk mengikuti pemilihan tingkat Nasional itu datang dari berbagai pihak lintas agama dan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai.
Adapun dukungan itu dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai, Fransiskus Xaverisus Adi, S.Pd.,Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Manggarai (MUI) H. Abdurahman Marola, Gejera Katolik Keuskupan Ruteng, Ketua perwakilan Umat Hindu Kabupaten Manggarai Wendy Tjhin, Ketua Komunikasi Intern Kristen Kabupaten Manggarai Pdt. Siswathy H.S Tabunan Seran dan Pemerintah Daerah melalui Sekda Manggarai Drs Jahang Fansi Aldus.
“Mereka memberikan dukungan penuh kepeda Putri Ayu Septiani bahwasannya pemahaman moderasi beragama sangat penting diterapkan kepada pelajar hari ini, karena di antara tujuan moderasi beragama adalah terhindarnya masyarakat dari pemahaman radikal, yang mana pemahaman tersebut menganggap lawan bila berbeda dari pemahaman mereka, apalagi pemahaman tersebut sangat rentan dan mudah terpapar pada kalangan pelajar yang jiwanya masih labil,”ungkapnya.
Karena itu, Abdullah, juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Ananda Putri Ayu Septiani. Ia menaruh penuh harapan serta doa dari berbagai pihak semoga Ananda Purti Ayu Septiani bisa lolos untuk tingkat Nasional.
Abdullah juga berharap, Septiani menjadi Duta Moderasi Beragama sebenarnya dan menjadi duta moderasi beragama, duta kerukunan beragama yang lahir dari tokoh-tokoh muda/pelajar.
Putri Ayu Septiani, mengatakan, ia sudah sangat siap untuk mengikuti ajang Duta Moderasi Beragama Tahun 2021 tingkat Nasional. Segala tahapan dan persyaratan untuk mengikuti ajang ini ia sudah lalui dengan baik.
Septiani berharap dukungan dari para tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat Manggarai pada khususnya dan masyarakat NTT pada umumnya sehingga ia bisa memberikan hasil yang terbaik dalam ajang itu.
Septiani juga berharap, kegiatan itu bisa terus dilakukan kedepan. Dengan harapan semoga toleransi umat beragama di NTT menjadi contoh bagi daerah-daerah lain.
Sumber : TribunFlores




