Oleh, Pontius Mudin, S. Fil (KakanKemenag Kabupaten Manggarai)
LATAR BELAKANG
Kabupaten Manggarai Raya, yang terdiri dari Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur, merupakan wilayah dengan potensi sumber daya alam dan budaya yang kaya. Namun, di balik potensi tersebut, terdapat tantangan signifikan dalam pembangunan pendidikan. Akses terhadap pendidikan yang berkualitas masih belum merata, terutama di daerah-daerah terpencil dan pedesaan. Kualitas guru, fasilitas sekolah, dan kurikulum juga menjadi perhatian utama.
Pembangunan pendidikan di Kabupaten Manggarai Raya memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengurangi kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pendidikan yang berkualitas akan membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang dibutuhkan untuk bersaing di era global. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah-masalah yang menghambat kemajuan pendidikan di wilayah ini.
Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan merumuskan strategi penyelesaian yang komprehensif demi peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
PERMASALAHAN PEMBAGUNAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN MANGGARAI RAYA
Kabupaten Manggarai Raya, seperti banyak daerah lain di Indonesia, menghadapi tantangan kompleks dalam pembangunan pendidikan. Beberapa masalah utama yang perlu mendapat perhatian serius adalah:
- Disiplin Guru yang Rendah.
Disiplin guru merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Namun, di Kabupaten Manggarai Raya, masih ditemukan kasus-kasus disiplin guru yang rendah, seperti:
- Keterlambatan dan Absensi.
Guru sering terlambat masuk kelas atau bahkan absen tanpa alasan yang jelas. Hal ini mengganggu proses belajar mengajar dan menurunkan efektivitas pembelajaran. - Kurangnya Persiapan Mengajar.
Beberapa guru kurang mempersiapkan materi pelajaran dengan baik, sehingga kualitas pembelajaran menjadi kurang optimal. - Pelanggaran Kode Etik.
Terdapat laporan mengenai guru yang melanggar kode etik profesi, seperti melakukan tindakan indisipliner sebagaimana kita baca pada berita koran online.
2. Kompetensi Guru yang Belum Memadai.
Kompetensi guru adalah faktor kunci dalam menentukan kualitas pendidikan. Sayangnya, kompetensi guru di Kabupaten Manggarai Raya masih perlu ditingkatkan. Indikasi dari masalah ini meliputi: - Penguasaan Materi Pelajaran.
Beberapa guru kurang menguasai materi pelajaran yang diajarkannya, sehingga sulit untuk memberikan penjelasan yang komprehensif kepada siswa. - Metode Pembelajaran yang Kurang Inovatif.
Guru cenderung menggunakan metode pembelajaran yang konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif, meskipun Kurikulum Merdeka sudah sekian langkah lebih maju dalam implementasi pembelajaran interaktif dan berdiferensiasi. - Kemampuan Menggunakan Teknologi.
Banyak guru yang belum mahir menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran, padahal TIK dapat meningkatkan efektivitas dan daya tarik pembelajaran.
3. Pemerataan Penempatan Guru yang Belum Optimal
Pemerataan penempatan guru merupakan isu penting dalam memastikan kualitas pendidikan yang merata di seluruh wilayah. Di Kabupaten Manggarai Raya, masih terdapat ketidakmerataan penempatan guru, di mana: - Kekurangan Guru di Daerah Terpencil.
Sekolah-sekolah di daerah terpencil sering kekurangan guru, terutama guru mata pelajaran tertentu. - Penumpukan Guru di Sekolah Favorit.
Sebaliknya, sekolah-sekolah favorit di perkotaan cenderung memiliki jumlah guru yang lebih banyak dari yang dibutuhkan. - Distribusi Guru yang Tidak Sesuai Kebutuhan.
Penempatan guru seringkali tidak mempertimbangkan kebutuhan spesifik sekolah, seperti jumlah siswa atau karakteristik wilayah.
4. Kurangnya Penempatan Guru ASN di Sekolah SwastaSekolah swasta memiliki sejarah panjang dan peran penting dalam menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat. Namun, sekolah swasta di Kabupaten Manggarai Raya seringkali menghadapi masalah kekurangan guru ASN. Ada SDK yang Guru ASN-nya hanya Kepala Sekolah. Hal ini dapat menyebabkan: - Kualitas Pembelajaran yang Kurang Optimal.
Sekolah swasta kesulitan untuk merekrut guru yang berkualitas karena keterbatasan anggaran. - Beban Kerja Guru yang Tinggi.
Guru yang ada harus bekerja lebih keras untuk menutupi kekurangan guru, yang dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan kualitas kerja. - Kesenjangan Kualitas Pendidikan.
Kualitas pendidikan di sekolah swasta dapat tertinggal dibandingkan dengan sekolah negeri.
5. Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Kurang Efektif
Kepala sekolah memiliki peran sentral dalam memimpin dan mengelola sekolah. Namun, kepemimpinan kepala sekolah di Kabupaten Manggarai Raya masih perlu ditingkatkan. Beberapa masalah yang sering ditemukan adalah: - Kurangnya Keteladanan.
Kepala sekolah kurang memberikan contoh yang baik dalam hal disiplin, kinerja, dan profesionalisme. - Komitmen yang Rendah.
Kepala sekolah kurang memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya. - Kemampuan Manajerial yang Kurang.
Kepala sekolah kurang memiliki kemampuan dalam mengelola sumber daya sekolah, seperti anggaran, guru, dan fasilitas.
6. Partisipasi Masyarakat yang Rendah
Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mendukung pembangunan pendidikan. Namun, partisipasi masyarakat di Kabupaten Manggarai Raya masih rendah. Guru-guru non ASN hanya digaji dengan Menggunakan dana BOS, bahkan ada sekolah/Madrasah yang gaji Gurunya hanya Rp 200.000 dan Rp 400.000 per bula. Hal ini dapat disebabkan oleh: - Kurangnya Kesadaran.
Masyarakat kurang menyadari pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak mereka. - Keterbatasan Ekonomi.
Masyarakat kurang memiliki sumber daya untuk mendukung pendidikan anak-anak mereka. - Kurangnya Komunikasi
Sekolah/madrasah kurang menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat.
7. Peran Yayasan yang Belum Optimal
Yayasan memiliki peran penting dalam mengelola dan mengembangkan sekolah swasta. Namun, peran yayasan di Kabupaten Manggarai Raya, khususnya pada SDK/MI masih perlu ditingkatkan. Beberapa masalah yang sering ditemukan adalah: - Kurangnya Sumber Daya.
Yayasan kurang memiliki sumber daya untuk mendukung pengembangan sekolah swasta tingkat SD/MI. - Manajemen yang Kurang Profesional.
Yayasan kurang memiliki manajemen yang profesional dalam mengelola sekolah swasta tingkat SD/MI. - Kurangnya Pengawasan
Yayasan kurang melakukan pengawasan terhadap kinerja sekolah swasta.
STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH
Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, diperlukan strategi penyelesaian yang komprehensif dan terintegrasi. Beberapa strategi yang dapat dipertimbangkan adalah:
- Peningkatan Disiplin dan Kompetensi Guru.
– Mengadakan pelatihan dan workshop secara berkala untuk meningkatkan kompetensi guru.
– Menerapkan sistem reward dan punishment yang adil untuk meningkatkan disiplin guru.
– Memberikan dukungan dan motivasi kepada guru untuk terus mengembangkan diri. - Pemerataan Penempatan Guru.
– Melakukan analisis kebutuhan guru secara cermat di setiap sekolah.
– Menerapkan sistem rotasi guru yang adil dan transparan.
– Memberikan insentif kepada guru yang bersedia mengajar di daerah terpencil. - Penempatan Guru ASN di Sekolah Swasta.
– Mengalokasikan sebagian guru ASN untuk ditempatkan di sekolah swasta, karena hal ini dimungkinkan.
– Memberikan subsidi gaji kepada guru swasta.
– Mendorong kerjasama antara sekolah negeri dan sekolah swasta. - Peningkatan Kepemimpinan Kepala Sekolah.
– Mengadakan pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah.
– Menerapkan sistem evaluasi kinerja kepala sekolah yang objektif.
– Memberikan dukungan dan mentoring kepada kepala sekolah. - Peningkatan Partisipasi Masyarakat.
– Melakukan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan kepada masyarakat.
– Membentuk komite sekolah yang melibatkan perwakilan masyarakat.
– Mengadakan kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan sekolah. - Optimalisasi Peran Yayasan.
– Memberikan pelatihan manajemen kepada pengurus yayasan.
– Meningkatkan pengawasan terhadap kinerja sekolah swasta.
– Mendorong yayasan untuk mencari sumber dana alternatif.
Dengan implementasi strategi-strategi ini secara konsisten dan berkelanjutan, diharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Manggarai Raya dapat meningkat secara signifikan, sehingga dapat menyongsong Hari Guru Nasional 2025 dan pada tahun yang akan dating dengan optimisme dan semangat baru. (Humas Manduma/msr)




