Sentuhan Ekoteologi di MAN 2 Manggarai: Sulap Lahan Kosong Menjadi Kebun Sayur Produktif

Ruteng (Humas Manduma) – Semangat mewujudkan Madrasah Berdampak terus ditunjukkan MAN 2 Manggarai melalui pemanfaatan lahan kosong seluas 220m2 menjadi kebun sayur produktif. Program yang mengusung konsep Ekoteologi dan Kokurikuler Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan tema Cinta Lingkungan ini ditandai dengan panen perdana aneka sayuran yang dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026) di lingkungan madrasah.

Panen perdana menghasilkan berbagai jenis sayuran, di antaranya sawi, bayam, dan kangkong sedangkan kacang panjang, ubi, dan labu ndesi masih proses berkembang yang beberapa pekan kedepan akan ikut panen juga. Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk konsumsi beberapa warga madrasah dan dibagikan untuk kebutuhan sayur mayur di Asrama madrasah sehingga memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan dan pembelajaran.

Program ini melibatkan beberapa murid kelas XI, dan XII yang memilih tema Kokurikuler KBC Cinta Lingkungan. Di bawah pendampingan Guru Pembina, Fahriansyah, para murid terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, perawatan, hingga panen. Lahan yang sebelumnya terbengkalai kini berubah menjadi media pembelajaran kontekstual sekaligus sumber pangan yang produktif.

Secara terpisah, Kepala MAN 2 Manggarai, Demasere, mengatakan bahwa program tersebut merupakan implementasi nyata Ekoteologi yang mengajarkan murid untuk menjaga, merawat, dan memanfaatkan lingkungan sebagai bagian dari nilai-nilai keimanan.

“Lahan yang dahulu tidak terawat kini menjadi kebun yang produktif dan memberi manfaat bagi warga madrasah. Melalui kegiatan ini, murid belajar bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi,” ujarnya.

Menurut Demasere, keberhasilan mengubah lahan kosong menjadi kebun produktif membuktikan bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu memberikan dampak nyata. Selain menghasilkan pangan, program ini juga membentuk karakter murid agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan, semangat gotong royong, serta jiwa mandiri.

Sementara itu, Guru Pembina, Fahriansyah, menjelaskan bahwa keterlibatan murid secara langsung dalam setiap proses budidaya membuat mereka memperoleh pengalaman belajar yang utuh. Murid tidak hanya memahami teknik bercocok tanam, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Ke depan, MAN 2 Manggarai berkomitmen mengembangkan kebun produktif sebagai bagian dari gerakan Madrasah Hijau dan implementasi Kemenag Berdampak. Program ini diharapkan terus berkembang sehingga mampu mendukung pembelajaran berbasis proyek, memperkuat ketahanan pangan madrasah, serta menjadi contoh praktik baik penerapan Ekoteologi di lingkungan madrasah. (msr)

3 Responses

  1. Jayalah madrasahku… ekoteologi yang langsung memberikan dampak nyata bagi warga MAN 2 Manggarai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Himbauan Layanan Pembelajaran Se...
Waspada Hoax & Spam Pasca Ge...

Prestasi

Medali Perak Mapel Aki...
Medali Emas Bidang Eko...

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Informasi atau Layanan MAN 2 Mangarai Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Informasi atau Layanan MAN 2 Mangarai Hanya Dalam Genggaman