Ruteng — Dalam kegiatan pendampingan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan penyusunan kokurikuler bagi guru MAN 2 Manggarai pengawas Madrasah bapak Syamsul S.Ag tekankan pentingnya membangun prinsip pembelajaran berkesadaran sebagai bagian dari penerapan kerangka dasar pembelajaran mendalam (deep learning).
Kegiatan pendampingan ini berlangsung di ruang guru MAN 2 Manggarai pada Senin (26/01/26) yang diisi oleh Pengawas Madrasah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Bapak Syamsul, S.Ag., dan didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Bapak Demasere, S.Pd serta bapak/ibu guru MAN 2 Manggarai.
Pendampingan ini difokuskan pada implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025 yang menyempurnakan KMA Nomor 450 Tahun 2024, dengan penekanan pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Insersi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta Kerangka Dasar Kurikulum baru sebagai dasar penguatan mutu pembelajaran di madrasah.
Dalam arahannya, Bapak Syamsul, S.Ag., menegaskan bahwa dalam membangun kerangka pembelajaran mendalam, salah satu prinsip terpenting adalah prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
“Pembelajaran yang baik harus diawali dengan kesadaran penuh, baik dari guru maupun peserta didik, agar proses belajar menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan berdampak pada pembentukan karakter,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai KBC perlu diintegrasikan sejak awal pembelajaran. “Insersi Kurikulum Berbasis Cinta harus tampak dalam sikap, interaksi, dan pendekatan pembelajaran, sehingga peserta didik merasa dihargai, dicintai, dan didampingi dalam proses belajarnya,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Bapak Demasere, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan.
“Pendampingan ini sangat membantu guru dalam memahami arah kebijakan kurikulum terbaru sekaligus menyusun kokurikuler yang relevan dengan kebutuhan peserta didik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Manggarai berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengedepankan prinsip berkesadaran, pembelajaran mendalam, dan Kurikulum Berbasis Cinta demi terwujudnya madrasah yang unggul, berkarakter, dan berdampak bagi peserta didik serta masyarakat.




