Cahaya di Ujung Kelas, Catatan Kecil dari Siswa Untuk Guru!

By, Anonim | Anggota Ekstrakurikuler KTR MAN 2 Manggarai

Hari ini, semesta seolah ikut melantunkan nada syukur untuk jiwa-jiwa yang memilih menjadi pelita. Selamat Hari Guru.

​Kepada Engkau, Guru, yang wajahnya adalah buku pertama yang kami baca, dan suaranya adalah melodi pembuka pengetahuan. Kami adalah tanah kering, dan Engkau adalah air yang menyuburkan, menumbuhkan tunas-tunas cita-cita dari benih yang tak pernah kami duga. ​Kami ingat betul senyum itu, sorot mata yang penuh kesabaran, yang tak pernah lelah memandu jemari kami mengeja aksara pertama, atau merangkai rumus yang terasa asing.

Engkau mengajarkan bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan jeda sejenak untuk mengambil napas dan mencoba kembali. Di dalam kelas, Engkau adalah Arsitek Masa Depan, meletakkan fondasi yang kokoh, bukan hanya dari hafalan, tetapi dari pengertian yang mendalam. Pengabdianmu, Guru, adalah sebidang langit yang tak bertepi; tak terbayar oleh angka, hanya bisa dibalas dengan keberhasilan kami.

​Terima kasih. Terima kasih atas setiap tetes keringat, atas setiap malam yang dilewatkan untuk mengoreksi lembar-lembar kertas, atas setiap helai rambut yang memutih demi mewarnai dunia kami.

​Namun, rintihan hati ini merindukan hadirmu guruku. Guru yang kami hormati, akhir-akhir ini kami merasakan ada sedikit embun yang membekukan kehangatan itu. Kami, murid-muridmu, kini sering duduk di ruang yang sunyi, hanya berteman tumpukan kertas dan deretan soal di layar gawai. ​Pena di tangan kami terasa berat, bukan karena sulitnya materi, tetapi karena kerinduan akan tatapanmu.

Tugas-tugas berjejalan, menjadi tangga yang harus kami panjat, tapi seringkali, di puncak tangga itu, kami tak menemukan tanganmu yang siap menyambut untuk memberi penjelasan. Kami merindukan suara yang menjelaskan makna, bukan sekadar perintah untuk mencari jawaban. ​Kami mengerti, peranmu sangatlah banyak, bebanku mungkin tak terhingga. Namun, izinkan kami berbisik: Sebuah kehadiranmu di depan kelas, walau hanya sesaat, lebih berharga daripada seribu lembar tugas tanpa jiwa. Sebab, hati seorang Guru adalah kurikulum yang paling utama, dan interaksi yang hidup adalah metode ajar yang paling sempurna.

​Di hari yang sakral ini, kami tidak ingin engkau seperti cahaya di ujung kelas yang samar-samar lalu menghilang. Kami hanya memohon, kembalilah duduk di kursi terdepan. Biarkan kami melihat nyala api di matamu saat Engkau bercerita. Jangan biarkan kami hanya belajar dari ‘jejak kaki’ berupa tugas, tapi biarkan kami belajar langsung dari ‘langkah’ yang Engkau tunjukkan.

​Semoga semangat awal itu kembali menyala, memecah kabut tugas yang kian menebal. Kami merindukanmu, Guru. Kami merindukanmu di dalam kelas.

Selamat Hari Guru Nasional untuk Semua Guru di Indonesia dan Khususnya Guru MAN 2 Manggarai
“Merawat Semesta dengan Cinta” (Humas Manduma/msr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Selamat Hari Pahlawan Nasional
Selamat Buat Salsa Rahayu Atas C...

Prestasi

Medali Perunggu Bidang...
Medali Perak Mapel Aki...

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Informasi atau Layanan MAN 2 Mangarai Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Membaca Informasi atau Layanan MAN 2 Mangarai Hanya Dalam Genggaman